Kamis, 16 Agustus 2012

Soo Sweet..

Akhir-akhir ini suami suka deh aku..Di minggu terakhir bulan Ramadhan ini, suamiku sok sweet banget deh..jadi gemes..

Berawal dari kemarin yang tiba-tiba mengajakku jalan2 sekalian beli kopi..biasanya juga beli kopi sendiri..Hemm mungkin lagi pengen jalan berdua kali ya.hehe..Dia bilang "Dek engko tuku kopi" (Dik, ntar beli kopi). Aku sih ngiranya pamitan ntr sore mau kulakan kopi eh katanya "Mbek pean" (Sama kamu). Hemm aku langsung seneng banget..tumben-tumbennya nggak seperti biasanya..Terus dia ke bakol kopinya nggak langsung lewat jalan biasanya..Lewat jalan lain dan aku rasa jalan itu lebih jauh dari biasanya..hehe..pengen lama-lama kali ya..GR deh aku. Mampir beli takjil di jalan juga..

Hari berikutnya aku coba bertanya "Nggak ngabuburit lagi?" Biasanya sih kalau pertanyaan seperti itu, pasti jawabannya "Untuk apa?" Kadang sebel mendengar kata-kata itu, trus aku coba terus membujuk dan merayu ala istri..hehe..ada aja alasannya biar gk jadi keluar..Entah kena angin apa, kemarin aku ajak ngabuburit, aku langsung disuruh mandi, trus berangkat. Padahal nggak jelas sih tujuannya apaan..Buka bersama juga nggak. Ya cuma jalan2 aja..Di tengah jalan, tiba-tiba dia bertanya kepadaku "Besok ngabuburit terakhir ya?" Awalnya aku nggak nyambung, ngiranya hari itu adalah terakhir ngabuburit, terus nggak jalan-jalan lagi. Aku jadinya jengkel. Eh dia menjelaskan kalau hari terakhir bulan Ramadhan dia ingin makan bersama di luar..So sweet banget deh..Aku bersorak kegirangan.

Hari ini merengek kayak anak kecil minta sesuatu kepada ibunya..hehe lebay.com..Dia minta dibuatkan bubur kacang hijau..soalnya kemarin beli sudah basi..Ya sebagai wujud pengabdianku,.,haha..aku buatkan semampuku deh..Padahal aku sebelumnya nggak pernah sama sekali membuat bubur..Alhamdulillah ini tadi berhasil..Semoga dia suka deh.

Terkadang dia cueknya gk ketulungan..Sampai aku minta ampun deh..BT..kalau kayak gini dia soo sweet deh, jadi makin cinta..I LOVE U MY HONEY..MY HUSBAND..
Oleh : Didie DiaAsa

Selasa, 07 Agustus 2012

Sanggupkah?

Di tempatku mengajar, memang muridku yang paling sedikit yaitu hanya 6 siswa, tapi kata guru-guru lain mereka yang paling "istimewa". Apalagi kata kepala sekolah 6 anak itu harus bisa menguasai 3 kompetensi dasar, yaitu membaca, menulis, dan berhitung. Sebuah tanggung jawab yang besar karena aku hanya memegang 6 anak saja. Suatu kerugian jika 6 anak itu belum bisa apa-apa. Karena aku hanya mengawasi 6 anak saja.
Tapi bagaimanakah aku sanggup mengatasi 6 anak yang "istimewa" itu tanpa adanya dukungan dari diri anak itu sendiri. Aku sudah berusaha untuk telaten dan bersabar mengatasi dan membimbing mereka, tetapi mereka tidak juga menampakkan kemauannya untuk belajar. Mereka malas dalam segala hal. Disuruh menulis malas, disuruh membaca bilang nggak bisa, disuruh berhitung, nggak bisa. Terus aku harus bagaimana.
Mungkin bisa dibilang serba salah. Dikerasin malah brontak, disabarin malah nglunjak.
Hanya satu anak yang masih susah dikendalikan. Sama siapa saja dia tak takut. Bahkan dia berani sama guru manapun. Entah apa yang ada di otaknya. Kalau dia tidak membuat ulah di kelas, dia hanya diam dan bermain sendiri di dalam kelas.

Ya Allah, bantu aku untuk meluluhkan hati anak ini. Biar aku bisa lebih mudah membimbing dia. Hanya Engkau yang mempunyai kuasa atas hati hamba-hambaMu.

Amin Ya Rabbal Alamin