Rabu, 26 September 2012

Kejutan dari Tuhan

Akhir-akhir ini, aku cukup dipusingkan dengan masalah keluarga ataupun masalahku sendiri. Sampai sekarang pun masalah itu belum juga berkesudahan. Aku harap Tuhan segera memberikan petunjuk agar masalah ini cepat selesai dan menemukan titik terang. Masalahku berhubungan dengan kerjaku yang setiap hari harus berhadapan dengan anak2 yang manis tapi bandelnya minta ampun. Aku harap secepatnya Tuhan menyadarkan mereka bahwa mereka adalah anak yang berguna..

Tapi dibalik itu semua, Tuhan memberikan hal terindah untukku. Menjelang ulang tahunku yang ke 25, banyak kejutan yang Tuhan berikan untukku. Pertama, suamiku berjanji membelikanku seragam buat ngajar. Biar gk beda sendiri dari yang lain gitu..Masak tiap hari harus pakai batik..batik melulu. Kedua, murid-muridku hari ini sangat manis mau menurut ma aku. Mau mengerjakan ulangan dengan baik. Banyak bercerita yang membuatku tertawa. Ketiga, tiba-tiba om bawa sepeda motor pesananku. Setelah berbulan-bulan lamanya mencari motor yang terbaik.

Special Thanks for :

- Alloh, Yang Maha Memberi apa yang diminta hambaNya
- Suamiku yang selalu membuatku bahagia di saat sedihku melanda
- Ibu dan Bapak yang memberiku hadiah yang berharga

Hari Ulang Tahun itu kunanti selalu 

Oleh : Didie DiAsa

Senin, 10 September 2012

Doaku

Alhamdulillah dua hari terakhir ini, murid2ku lambat laun sudah bisa diatur..ya meskipun masih bandel..tapi sudah mulai bisa aku atasi. Kalau begini kan jadinya manis2..Selama ini aku berdoa agar anak2ku dijadikan anak yang lebih baik. Perlahan-lahan asal pasti doaku sudah terjawab. Mudah-mudahan seterusnya seperti ini. 
Karena aku tahu murid-muridku senang bermain di dalam kelas, jadi aku manfaatkan kesukaan mereka itu sebagai metode pembelajaran. Aku ajak mereka bermain sambil belajar. Alhasil mereka antusias dan berusaha menjadi yang terbaik dari teman yang lain. Ternyata mereka butuh pembelajaran yang berbeda. Butuh perlakuan yang berbeda.Dengan metode ini mereka bisa belajar membaca, menulis, dan berhitung. Mereka juga dilatih untuk cekatan dalam berpikir dan bertindak. 

-Semangat anak-anakku. Tunjukkan bahwa kalian bisa lebih baik dari yang lain. Tunjukkan bahwa kalian bisa-

Sungguh bangga jika mereka berhasil aku didik menjadi murid2 yang membanggakan nantinya..

Tuhan selalu dampingi aku dalam menjalani setiap hari-harinya bersama mereka

Kamis, 06 September 2012

Teguhkan Kesabaranku

Kesabaranku diuji lebih lagi. Saat aku pertama kali memasuki lingkungan sekolah itu, aku cukup enjoy dengan lingkungannya. Hanya saja yang membuatku bersedih adalah sikap murid-murid di sana. Terutama muridku sendiri. Sebelumnya sih aku sudah dikasih tahu, bahwa muridku memang sedikit, yaitu 6 siswa, namun mereka istimewa. Iya kalau istimewa prestasinya. Ternyata istimewa kenakalannya. Mereka cukup menyita pikiran dan hatiku. Aku merasa sedih karena aku tak bisa membimbing mereka menjadi anak yang lebih baik. Aku hanya bisa berdoa semoga suatu saat atau di kemudian hari, mereka bisa diandalkan dan tak mengecewakanku.

"Anak-anakku kalian sudah aku anggap anak/adikku sendiri. Aku sayang kepada kalian. Aku nggak suka kalau kalian nakal seperti itu. Aku nggak ingin kalian menjadi seseorang yang sia-sia nantinya. Aku ingin kalian bisa lebih baik akhlak dan pikirannya. Aku bukan siapa-siapa, aku hanya seseorang yang berharap kalian lebih baik lagi"

Setiap hari ku memohon kepadaNya, karena hanya dengan ijinNya, aku bisa membimbing mereka..Mungkin untuk saat ini mereka belum bisa aku peluk, tapi hanya satu keyakinanku, kelak kalian akan tersadar bahwa sikap kalian itu meresahkan semua.

Semoga aku diberikan kesabaran sampai kalian lulus kelak menjadi manusia yang berguna. Amin

Minggu, 02 September 2012

Hari yang Menyedihkan

Hari itu, tanggal 1 September 2012. Aku tak lagi mengajar seperti biasa karena hari itu ada acara halal bihalal guru-guru se Kecamatan Gunung Anyar. Murid-muridku aku suruh belajar di rumah alias libur. Acara halal bihalal yang diadakan di SD Al Islah Gunung Anyar, dari pembukaan sampai penutup berjalan lancar. Saat menjelang pulang, aku berusaha sms n telepon suami agar dijemput. Sampai beberapa sms n telepon belum ada jawaban juga. Dengan amat jengkel, akhirnya aku memutuskan jalan kaki saja sambil menunggu jawaban dari suamiku. Sampai aku berjalan cukup jauh, aku semakin jengkel, aku telepon lagi, masih belum ada jawaban pula. Rasanya pengen nangis aja..Tapi masak di jalan aku nangis kayak anak kehilangan emaknya. Orang gila dong. Sampai akhirnya teleponku diangkat, tapi posisiku sudah cukup jauh dari perkiraanku semula. Naik len juga nggak ada uang.

Aku kan amat geram saat itu. Gimana tidak sudah jalan sejauh itu, ditambah lagi siang yang panasnya minta ampun. Pake highheels yang membuatku capek sangat. Nyampe rumah aku melampiaskan kekesalanku hanya dengan nangis sepuas-puasnya. Gitu itu, aku malah diancam nggak boleh ngajar lagi. Bukannya minta maaf, malah aku yang dimarahi. Dari dulu dia tak pernah berubah, siapapun yang berbuat salah, entah aku atau dia, selalu aku yang minta maaf. Atau gengsi atau ego kah yang membuat dia tak bisa meminta maaf. Hal itu yang terkadang membuatku kecewa terhadapnya. Kok ada orang seperti itu.

Sesuai dengan perkiraanku, dia tidak juga minta maaf, akhirnya aku sendiri yang minta maaf.. Sungguh terlalu

Hari yang sungguh membuat aku campur aduk