Senin, 30 April 2012

Gara-gara Status Facebook

Ketika malam hari aku membuka account facebookku, aku melihat status yang membuatku tertarik untuk ikut nimbrung berkomentar. Status itu mengatakan "Apa hal terindah dalam hidupmu". Tapi sayangnya aku hanya berpendapat satu hal dalam status itu. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tulis. Tapi entar malah dibilangin cerpen. Kali ini aku ingin mengungkapkannya di sini. Saat aku membaca status itu, langsung bermunculan sederet pernyataan yang belum sempat aku ungkap. 

Penyataan yang pertama, yang juga aku tulis di komentar status itu adalah hal terindah dalam hidupku adalah keluargaku yang hebat. Mulai dari diriku sendiri. Aku dilahirkan dalam keluarga yang sangat menyayangiku dan membesarkanku dengan didikan yang menurutku membuatku bangga pada mereka. Mempunyai kedua orang tua yang mampu mendidikku sampai aku jadi seperti ini. Mereka adalah hal pertama yang aku syukuri. Allah menganugerahkan kedua "malaikat" dalam hidupku. Tanpa mereka aku tak akan ada dalam dunia ini. Apalagi keluarga besar dari mereka, keluarga besar dari ibuk dan bapak sangat menyayangiku. Mereka membuatku tak merasa sendiri dalam dunia ini. Namun, semua itu tak lantas aku menduakan Allah yang telah menciptakanku, mendampingiku dalam setiap langkah perjalanan hidupku. Tanpa Engkau di sisiku, semua tak akan terjadi seperti dalam hidupku ini. Melalui mereka aku mensyukuri setiap kasih sayang dari Allah. Terima kasih atas segalanya.

Pernyataan yang Kedua, hal kedua yang terindah dalam hidupku yang muncul dalam benakku adalah suamiku. Awalnya sungguh hal ini di luar dugaanku. Aku merasa begitu tiba-tiba menghampiri hidupku. Mungkin bisa dibilang aku masih berusia muda. Waktu itu umurku masih 22 tahun. Menurutku sih itu masih muda. Selama perjalanan hidupku yang telah aku lalui. Mungkin ini pertama kali terjadi dalam hidupku. Masih status mahasiswa. Dan untungnya waktu itu sudah semester akhir. Jadi lumayan agak stress juga sih kondisiku saat itu.heheheh. Kondisi pikiranku yang carut marut, aku dipertemukan dengan seseorang yang sosoknya pun tak pernah terbayangkan olehku. Dia awalnya hanya teman biasa yang dulu suka beradu puisi denganku. Lama-kelamaan tanpa aku sadari aku sering curhat masalah pribadiku padanya. Dia begitu mengerti keadaanku. Waktu dan kejadian yang tak terduga tiba-tiba setelah dia maen ke kosku, dia seakan-akan selalu ingin bersamaku. we eee GR. haha.. tapi itu semua terbukti. Selama jalan, dia sering aku buat jengkel. Tapi tidak dengan dia, dia dengan sabar menghadapiku yang seperti anak kecil, penuh emosi, dll yang jelek-jelek deh pokoknya. Aku semakin kagum dengan dia. Meskipun dia sama sekali bukan kriteria yang aku harapkan. Tapi aku mensyukuri telah mengenal dia. Dia adalah salah satu hal teridah dalam hidupku. Mungkin ini adalah terkabulnya doaku. Aku dulu sempat berpikir "Di saat semua orang berpasang-pasangan merasakan kasih dan sayang dengan kekasih hatinya, tapi bagiku tidak. Aku sendiri, hanya kasih sayang dari keluarga dan teman2lah yang membuatku bahagia. Mungkin tak akan pernah ada pangeran yang mampu membawaku ke istananya". Selama 2 tahun kita jalan untuk mengenal pribadi masing-masing, akhirnya kami memutuskan untuk menikah pada bulan November 2011. Sekarang dia adalah suamiku. Aku semakin bersyukur karena Allah menganugerahkan suami yang menyayangiku apa adanya dan bersabar menemaniku. Aku tak pernah menyesalinya meskipun awalnya dia bukan kriteriaku. Selama bersamanya, aku merasa seperti saudara sendiri..Love U full pokoke

Pernyataan yang Ketiga, hal yang terindah dalam hidupku adalah Allah memberikan teman-teman di sekitarku yang menemaniku di saat suka dan duka. Sikap dan sifatku berubah karena peran dari teman-temanku. Pendewasaan diri yang terjadi padaku juga karena mereka. Banyak pengalaman dan keangan yang kulalui bersama mereka. Mereka menerimaku apa adanya. Terima kasih sahabat, teman-temanku. Meskipun kalian sekarang jauh dariku tapi kalian tak pernah lupa denganku. Aku akan selalu mengingat kalian dalam bagian memori panjangku saat ini. Miss U..

Pernyataan yang Keempat, hal yang terindah dalam hidupku dan suamiku adalah mempunyai keluarga baru yang mau menerima aku dan menyayangiku layaknya saudara sendiri. Terima kasih atas semuanya. Meskipun kalian baru bagiku. Tapi kalian adalah keluargaku yang pastinya aku sayangi. Aku kan menjaga kehormatan nama keluarga baruku selayaknya keluargaku sendiri.

Oleh : Didie DiaAsa

Jumat, 27 April 2012

Apakah Ini Petanda????

Pertama yang aku rasakan saat aku bercerita kepada suamiku adalah merinding. Apakah ini salah satu petanda. Aku tak begitu mengharap banyak dengan mimpi itu. Tapi aku juga tetap yakin akan keinginanku yang satu ini. Mimpi yang begitu tiba-tiba muncul padahal sebelumnya aku tak melihat TV atau video apapun yang berkaitan dengan mimpi itu. Ceritanya dalam mimpi itu

"Ada dua ekor ular yang sangat besar. Yang satu warna putih yang lainnya warna hitam. Entah apa yang merasuki pikiranku tiba-tiba aku menyuruh suamiku untuk menuruti keinginanku sambil menangis. Aku ingin suamiku mengambil sesuatu dalam mulut ular yang berwarna putih. Dan sesuatu itu adalah bayi. Suamiku pun melihat aku yang terus merengek, tak berpikir panjang untuk menuruti kemauanku. Suamiku langsung mengambil bayi itu. Tak ada ketakutan sedikit pun pada diri suamiku padahal ularnya berukuran besar sebesar batang pisang yang udah tua, sekitar 50 cm diameternya. Suamiku langsung membuka mulut ular itu, dan dijagang dengan kakinya dan diambilnya bayi itu. Bayi itu diserahkan padaku."

Tapi untuk kelanjutan ceritanya aku lupa. Intinya aku di rumah ma seseorang merawat bayi itu. Tapi ada bahaya yang menyerang kami, entah itu berupa bencana atau yang lain. Aku lupa sama sekali. Saat aku terbangun dari tidur, aku langsung cerita kepada suamiku. Awalnya itu hanya mimpi biasa yang sering aku alami alias mimpi aneh2. Kemudian, saat aku pulang menuju ke rumah Mojokerto, Ibu mertuaku bilang aku kayak orang hamil, aku hanya meng-Amin-i aja sambil tersenyum. Setibanya di rumah Abah (guru sepiritualnya suamiku), aku juga dikiranya hamil. Mendengar pertanyaan itu, suamiku itu langsung cerita soal mimpiku itu kepada Abah. Abah mendengar ceritaku katanya ikut merinding, aku pun hampir saja menangis. Entah apa yang terjadi. Semoga ini pertanda. Katanya Abah, tidak lama lagi mimpi itu terwujud, dan itu merupakan petanda. Aku hanya berdoa kepada Yang Kuasa, Semoga ini petanda yang diberikan lewat mimpi. Amin.

Oleh : Didie DiaAsa

Rabu, 25 April 2012

Manja

Suamiku kuhajar dengan tingkah lakuku yang akhir-akhir ini pengen dimanja selalu. Semua keinginanku harus dipenuhi. Hehe..Maafkan lah aku suamiku. Tapi jika tak dipenuhi, dada nie terasa sesak seolah-olah tak sayang lagi. Hemm..agak sulit juga sih. Seperti kemarin malam, suamiku tak buat bingung dengan tingkahku. Aku yang tak bisa tidur..glebak-glebakan di tempat tidur. Pokoknya banyak tingkah deh. Sampe suamiku bingung menenangkan aku. Kemudian, aku suruh dia bikin es teh. Padahal aku tahu kondisinya dia capek dan ngantuk. Tapi dia bela-belain bangun membuatkan aku es teh. Agar aku bisa tenang. I Love U. Mungkin dia gak bisa tidur karena ulahku. Maafkan aku suamiku. Aku tak hentinya membuatnya repot. Kemarin sungguh membuatku geli dengan tingkahku yang kayak anak kecil. Manja

Sabtu, 21 April 2012

Enek Tingkat Tinggi

Akhir-akhir ini kubaca status di facebook banyak yang galau..tapi mengapa aku ikutan galau ya. Emang untuk minggu-minggu ini hati dan pikiran g enak banget. Mungkin lebh pantas disebut enek cz berlebihan merasakan sesuatu yang tak enak. Wes pokoke campur aduk. Entah bagaimana bentuknya jika digambar atau bagaimana kalimatnya jika diungkapkan dengan kata-kata. Efek dari itu semua, sulit banget senyum. Inginnya tak mau mendengar suara apapun dan tak mau melihat apapun. Inginnya hampa aja. Semua yang ada di sekitarku membuatku enek.

Bosen atau jenuh mungkin salah satu penyebabnya. Sudah terlalu over dosis sehingga ku tak mau disentuh oleh siapapun. Kuingin bisa bergerak sepuasnya tanpa ada seorangpun yang mengganggu.

Apalagi ada kera di sini yang suka usil ma aku. Tapi kali ini tak kuhiraukan soalnya aku sudah bosen dengan leluconnya yang basi. Pengen muntah aja. Lagi gk mood tertawa malah diusilin yang kuno. Huft,...sebel gk sih. everything what you say, i don't care. heheh sok inggris padahal gk mbois juga seh. Sampe sekarang kumales sekali bercanda ma kera itu. Tak ada habisnya jailin aku. Padahal aku udah bilang aku tak suka, Aku kalau tak suka ya tak suka jangan membuatku meluapkan emosiku dengan "membunuhmu".

Aku tipe-tipe orang yang sangat perasa dan suka menyembunyikan sesuatu..Alhasil. Malamnya tanpa alasan..ku tiba-tiba ingin menangis sekeras-kerasnya. Setelah sholat, suamiku menanyakan alasan mengapa aku menangis. Aku tak jawab satu kata pun. Tangisanku semakin menggebu. Kalo aku lagi nangis jangan tanya apapun karena itu bukan membuatku diam tapi sebaliknya malah membuatku semakin keras menangis. Dada ini terasa sesak dan pikiran sudah penat. Aku tak mampu menahannya. Dan hanya menangis aku bisa lega. Karena aku tak mampu melakukan sesuatu apapun. Suamiku semakin bingung dengan sikapku. Hingga akhirnya aku dan suamiku tertidur. Paginya aku baru cerita. Awalnya suamiku mengira aku pengen pulang. Padahal itu juga sih salah satu alasanya. Hingga aku akhirnya menjelaskan pada dia bahwa :
" Aku jenuh dengan semua yang monoton. Aku pengen refreshing. Aku tak ingin semua sama kemarin, hari ini dan esok." Pagi itu juga aku diajak jalan2. Ya meskipun hanya muter2 surabaya, cukup membuatku lega. Meskipun masih galau. Hem..kadang refresing emang perlu untuk mengembalikan lagi energi dalam diri kita.


Terima kasih suamiku..I Love You

Kamis, 19 April 2012

Janganlah Kau Merasa Hebat

Tak seorang pun di dunia ini yang pantas sombong. Hanya 1 yang layak untuk sombong yaitu Tuhan. Tuhan pun gak sombong. Meski hambaNya telah memperlakukanNya begitu hina. Naudzubillah. Ampuni kami Tuhan. 

Setelah dulu aku kau perlakukan seperti itu dan sesumbar pada semua orang bahwa kau bisa tanpa kami. Sungguh angkuh pernyataanmu. Pantaskah kau menjadi bos tanpa ada anak buah? Sungguh otak yang tak berpikir. Seseorang dikatakan bos jika ada anak buah. Mengapa kau mengatakan bahwa semua bisa kau kerjakan sendiri tanpa anak buah? Sekarang buktikan pada kami. Apakah kau mampu memecahkan semua masalah yang ada dalam perusahaanmu itu? Sungguh kuragu atas pernyataanmu dulu.
Sekarang anak buahmu banyak yang mengundurkan diri karena perlakuanmu pada kami yang semena2. Tak menganggap kami ini manusia. Kau anggap kami ini boneka yang siap kau mainkan sesuka hatimu. Kau tidak dapat berbuat apa-apa tanpa anak buah. Mana pembuktianmu.

Sudah dua kali kau meminta kami untuk kembali bekerja untukmu. Tapi kami tak mau. Kami ingin membuktikan kepadamu bahwa tanpa kami kau tak berarti apa2. Dan memberikanmu kesempatan untuk menunjukkan kepada kami semua bahwa kau bisa melakukannya sendiri tanpa kami. Apakah aku sudah menyerah sehingga kau membutuhkan kami lagi? 

Janganlah kau merasa hebat dengan kemampuanmu yang kosong itu. Karena itu semua akan membuktikan ketidakmampuanmu. Alangkah bijaksana dan mulianya bila seorang bos mampu mengayomi anak buahnya. Mensejahterakan anak buahnya. Sebuah organisasi sangat kuat jika bos dan anak buah saling membantu satu sama lain. Tak ada perbedaan antara keduanya

Sabtu, 14 April 2012

Berbuah Manis

Kerjaan tiap hari melayani para pelanggan dengan banyak kemauan dan tentunya berbeda-beda. Bikin repot juga jika menemukan pelanggan yang sok tahu dan banyak maunya. Bikin jengkel aja. Tapi semua itu harus dilayani dengan sabar dan dengan senyum yang manis tentunya. Biar pelanggan nggak kabur dan nyaman dengan pelayanan kami. Pelanggan kan raja.

Dua hari kemarin ada order ketikan ya lumayan banyak juga. Dan katanya diambil besoknya. Otomatis ngebut dong. Sampek lembur-lembur tengah malam. Untung saja ada suami yang selalu menemaniku setiap waktu. Kami berdua bagi tugas biar kerjaan cepat selesai. Semangat 45 pokoknya. Setelah mata nggak kuat. Kami berhenti sejenak. Untuk dilanjutkan besok pagi. Untung siang udah selesai. Padahal kerjaan bukan cuma itu saja. Sorenya pelanggan datang menanyakan hasilnya. Setelah kuperlihatkan, beliau masih harus menambahkan dan filenya nggak dibawa. Al hasil cuma ngedit sedikit dan menambahkan orderan lagi, kemudian beliau pulang untuk dilanjut besok lagi. Alhamdulillah, punya waktu untuk mengedit yang kurang pas dan mengerjakan orderan lagi.

Bergadang lagi sampe malam. Mengerjakan orderan baru lagi. Pagi udah selesai. Tinggal menunggu beliau datang lagi sore harinya. Huft..masih belum berakhir cz ada lagi yang belum dibawa beliau dan keburu waktu magrib sehingga besok baru bisa dilanjut. Sungguh pekerjaan yang panjang.

Akhirnya hari ini, sudah fix semua. Tapi masih ngedit sedikit. Terus langsung print. Waw.. mungkin beliau tak mengira kalau menghabiskan begitu banyak uang. Gimana tidak ngetik segitu banyak. Trus diprint juga. Aku sampe bingung ngitungnya. Setelah aku rinci berdasarkan pekerjaannya (pengetikan, print, edit, dll) baru aku bisa menjumlah semua biaya yang dihabiskan. Aku juga tak mengira bakal menghabiskan biaya begitu banyak. Seumur-umur aku tak pernah menggunakan jasa rental untuk mengerjakan semua tugasku, jadinya nggak pernah menghabiskan begitu banyak biaya. Untung saja. hehe. Lucunya perkiraan beliau bleset dengan hitungannya. Beliau hanya membawa uang sebesar Rp 000.000, padahal semua menghabiskan Rp +00.000. Hemm...gajian nie aku.. Asyik..

Semoga semua tak berhenti di sini....