Ketika malam hari aku membuka account facebookku, aku melihat status yang membuatku tertarik untuk ikut nimbrung berkomentar. Status itu mengatakan "Apa hal terindah dalam hidupmu". Tapi sayangnya aku hanya berpendapat satu hal dalam status itu. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tulis. Tapi entar malah dibilangin cerpen. Kali ini aku ingin mengungkapkannya di sini. Saat aku membaca status itu, langsung bermunculan sederet pernyataan yang belum sempat aku ungkap.
Penyataan yang pertama, yang juga aku tulis di komentar status itu adalah hal terindah dalam hidupku adalah keluargaku yang hebat. Mulai dari diriku sendiri. Aku dilahirkan dalam keluarga yang sangat menyayangiku dan membesarkanku dengan didikan yang menurutku membuatku bangga pada mereka. Mempunyai kedua orang tua yang mampu mendidikku sampai aku jadi seperti ini. Mereka adalah hal pertama yang aku syukuri. Allah menganugerahkan kedua "malaikat" dalam hidupku. Tanpa mereka aku tak akan ada dalam dunia ini. Apalagi keluarga besar dari mereka, keluarga besar dari ibuk dan bapak sangat menyayangiku. Mereka membuatku tak merasa sendiri dalam dunia ini. Namun, semua itu tak lantas aku menduakan Allah yang telah menciptakanku, mendampingiku dalam setiap langkah perjalanan hidupku. Tanpa Engkau di sisiku, semua tak akan terjadi seperti dalam hidupku ini. Melalui mereka aku mensyukuri setiap kasih sayang dari Allah. Terima kasih atas segalanya.
Pernyataan yang Kedua, hal kedua yang terindah dalam hidupku yang muncul dalam benakku adalah suamiku. Awalnya sungguh hal ini di luar dugaanku. Aku merasa begitu tiba-tiba menghampiri hidupku. Mungkin bisa dibilang aku masih berusia muda. Waktu itu umurku masih 22 tahun. Menurutku sih itu masih muda. Selama perjalanan hidupku yang telah aku lalui. Mungkin ini pertama kali terjadi dalam hidupku. Masih status mahasiswa. Dan untungnya waktu itu sudah semester akhir. Jadi lumayan agak stress juga sih kondisiku saat itu.heheheh. Kondisi pikiranku yang carut marut, aku dipertemukan dengan seseorang yang sosoknya pun tak pernah terbayangkan olehku. Dia awalnya hanya teman biasa yang dulu suka beradu puisi denganku. Lama-kelamaan tanpa aku sadari aku sering curhat masalah pribadiku padanya. Dia begitu mengerti keadaanku. Waktu dan kejadian yang tak terduga tiba-tiba setelah dia maen ke kosku, dia seakan-akan selalu ingin bersamaku. we eee GR. haha.. tapi itu semua terbukti. Selama jalan, dia sering aku buat jengkel. Tapi tidak dengan dia, dia dengan sabar menghadapiku yang seperti anak kecil, penuh emosi, dll yang jelek-jelek deh pokoknya. Aku semakin kagum dengan dia. Meskipun dia sama sekali bukan kriteria yang aku harapkan. Tapi aku mensyukuri telah mengenal dia. Dia adalah salah satu hal teridah dalam hidupku. Mungkin ini adalah terkabulnya doaku. Aku dulu sempat berpikir "Di saat semua orang berpasang-pasangan merasakan kasih dan sayang dengan kekasih hatinya, tapi bagiku tidak. Aku sendiri, hanya kasih sayang dari keluarga dan teman2lah yang membuatku bahagia. Mungkin tak akan pernah ada pangeran yang mampu membawaku ke istananya". Selama 2 tahun kita jalan untuk mengenal pribadi masing-masing, akhirnya
kami memutuskan untuk menikah pada bulan November 2011. Sekarang dia adalah suamiku. Aku semakin bersyukur karena Allah menganugerahkan suami yang menyayangiku apa adanya dan bersabar menemaniku. Aku tak pernah menyesalinya meskipun awalnya dia bukan kriteriaku. Selama bersamanya, aku merasa seperti saudara sendiri..Love U full pokoke
Pernyataan yang Ketiga, hal yang terindah dalam hidupku adalah Allah memberikan teman-teman di sekitarku yang menemaniku di saat suka dan duka. Sikap dan sifatku berubah karena peran dari teman-temanku. Pendewasaan diri yang terjadi padaku juga karena mereka. Banyak pengalaman dan keangan yang kulalui bersama mereka. Mereka menerimaku apa adanya. Terima kasih sahabat, teman-temanku. Meskipun kalian sekarang jauh dariku tapi kalian tak pernah lupa denganku. Aku akan selalu mengingat kalian dalam bagian memori panjangku saat ini. Miss U..
Pernyataan yang Keempat, hal yang terindah dalam hidupku dan suamiku adalah mempunyai keluarga baru yang mau menerima aku dan menyayangiku layaknya saudara sendiri. Terima kasih atas semuanya. Meskipun kalian baru bagiku. Tapi kalian adalah keluargaku yang pastinya aku sayangi. Aku kan menjaga kehormatan nama keluarga baruku selayaknya keluargaku sendiri.
Oleh : Didie DiaAsa
