Jumat, 11 Januari 2013

Sistem Pembelajaranku Semester 2

Untuk semester genap ini, aku harus mengubah semua pembelajaran yang sudah aku lakukan pada semester ganjil. Aku akan membuat konsep "Bermain Sambil Belajar". Meski banyak hal yang perlu aku siapkan, aku hanya inginkan murid2ku yang super heboh itu bisa melakukan hobinya dan belajar juga. Kalau dipikir2 seperti TK ya...belajar sambil bermain. Ya memang murid2ku hobi bermain dan bergerak ke sana kemari di dalam kelas. Banyak metode yang dapat aku terapkan pada pembelajaran semester in, diantaranya :
1. Bermain kartu bergambar
2. Bertelepon
3. Tempel dan mengurutkan gambar
4. Botol berputar (memilih siapa yang bercerita)
5. Bernyanyi perkalian
6. Peta Konsep
7. Mendongeng
8. Puzzle huruf
9. Meraba huruf
10. Menyusun benda membentuk pola
11. Tebak kata
12. Menebak gambar
13. Scanning (mencari kata dalam karangan)
14. Mencocokkan pasangan
15. Kartu berlubang
Masih banyak lagi yang harus aku pikirkan untuk mencari ide2 permainan edukatif yang bisa menjadi metode pembelajaran. Meski tak sepenuhnya bisa mengubah anak2 berkonsentrasi pada saat pembelajaran, setidaknya mereka ikut berpartisipasi. Mereka ada kesibukan yang menyenangkan sehingga mereka sedikit mengurangi hobinya bermain di kelas.
Untuk hari ini, mungkin aku kurang persiapan, jadi anak2 tak ada yang berkonsentrasi dan berpartsipasi dalam pembelajaran hari ini. Maklum gurunya lembur ngerjain tugas orang sampai dini hari.
Ya mudah-mudahan dengan sistem pembelajaran yang telah dan akan aku terapkan bisa mengubah mereka menjadi lebih baik. Amin.

Kamis, 03 Januari 2013

Mungkin Memang Kusimpan

Mungkin aku memang pantas menjadi orang yang tertutup, yang segala apa aku rasakan hanya aku simpan untuk diriku sendiri. Percuma juga aku share ke orang lain...aku akan mendapatkan respon yang sama. Dan lebih baik aku diam, dari pada setiap perkataan dan tulisanku menjadi bahan obrolan gk penting oleh orang-orang gk penting.

Terkadang aku tak habis pikir dengan kelakuan mereka. Emang aku artis apa. Kok setiap perilaku dan perkataanku selalu dibahas. OK...gk apa-apa kalau hanya sekedar di dunia maya. Tapi aku nggak bisa terima kalau perkataanku dibuat bahan bercandaan di dunia nyata. Emang nggak ada hal yang lebih penting kali ya yang perlu diobrolin. Ya maklumlah mulut-mulut penyedot WC ya emang untuk hal-hal nggak penting. Malah kalau digunakan untuk hal yang sedikit penting, malah kelihatan aneh.

1, 2, 3 kali aku menganggap wajar dan aku maklumi...aku anggap hanya kentut aja. Tapi ini berkali-kali yang membuat aku risih, enek, males ngomong. Kalau kalian lihat, apakah aku yang mendekati gila atau mereka yang sudah gilanya akut? entah. Aku berusaha tak menyimpan rasa ini sendirian. Karena aku tak mau penyakitku itu datang lagi gara-gara aku memendam apapun sendirian, dan terlalu stres. Karena penyakit itu datang dari hati dan pikiran. Aku berusaha mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan kepada suamiku. Tapi sudah aku duga responnya saat aku cerita hal itu padanya. Aku malah dimarahi. Bukannya aku lebih plong dengan pikiranku, malah tambah nyesek di hati. BT. Sudahlah, aku memang lebih cocok apa-apa harus aku simpen sendiri. Biarlah penyakit itu menggerogoti aku lagi. Hingga kau puas jika aku meninggalkanmu. 

OK mungkin bukan aku saja yang menjadi perbincangan mereka. Tapi yang aku heran mengapa mereka kok hobi menjelek-jelekkan orang lain, merendahkan orang lain. Belum tentu mereka lebih ganteng, lebih cakep, lebih kaya, lebih baik dari orang yang diolok2. Mereka memang sudah tertutup mata batinnya. Tak sedikitpun merasa bersalah. Tak ada inisiatif untuk minta maaf. Bahkan dengan orang yang tak dikenalnya pun begitu. Mungkin jika orang itu tak bisa memaafkan kelakuan mereka, mereka jadi gentayangan, karena ada yang belum dilunasi di dunia. 

Setelah aku pikir-pikir, daripada aku jadi stress yang berkelanjutan, aku akan menjadi diriku yang dulu. Pendiam, tertutup terhadap rasaku. Aku tak lagi berani berkata-kata meskipun sebenarnya aku ingin. 

Mungkin dari kalian ada solusi untukku?
Terima kasih.