Senin, 25 Juni 2012

Tak Ada yang Abadi

Mungkin ini adalah gambaran pepatah roda terus berputar. Dulunya kaya sekarang miskin. Entah itu miskin atau tidak. Tapi aku turut prihatin terhadap keluarga ini. Dulu punya 2 toko, mobil, dan tanah di mana2. Sekarang semua itu habis. Tak bersisa satu pun hanya tempat tinggal yang dihuni sekarang ini yang bersisa. Trenyuh aku ikut merasakan keadaan mereka. Apalagi semenjak putrinya yang pertama bercerai dengan suaminya..gara-gara suaminya tak bertanggungjawab dan meninggalkan seorang putri yang lucu dan periang. Padahal usia pernikahan mereka baru 1 tahun. 

Sungguh kasihan memang. Kemudian, musibah datang menimpa putranya kedua. Dia mengalami kecelakaan di pabrik sehingga dia harus berhenti bekerja sampai sembuh. Putranya yang kedua ini sebenarnya lumayan membantu perekonomian keluarga cz gajinya banyak. Tapi gara-gara kecelakaan itu, sampai sekarang dia belum bekerja. Putrinya  yang pertama itu, hanya bekerja jualan pulsa dan kebutuhan keluarga, kecil-kecilan di depan rumah. Tapi sekarang, itu semua tak berjalan lagi karena modalnya habis untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah itu. 

Coba saja pikir. Di dalam rumah ada 2 laki-laki dan keduanya sakit, dan 2 perempuan yang hanya di rumah tidak bekerja, hanya mengandalkan dagangan kecil itu, sementara di sisi lain ada seorang bayi yang juga membutuhkan perawatan khusus. Tapi keluarga itu aku kira cukup tegar. Entah aku tak bisa membayangkan jika itu semua menimpa keluargaku. Melihat mereka, aku bersyukur meskipun tidak kaya tapi kami tak pernah kekurangan..Semoga kalian sekeluarga bisa kembali lagi seperti dulu dan hidup bahagia. Mungkin ini ujian dari Allah. Semoga kalian bisa lebih sabar lagi menghadapi ujian ini. Kami sebagai orang-orang di sekitar kalian, tak akan pernah berkurang kasih sayang dan perhatian kami pada keluarga kalian.


Sabtu, 16 Juni 2012

Apakah Aku Salah

Bukan berarti aku berprasangkan buruk padamu, apalagi yang sempat aku tuduhkan padaku "aku menganggapmu bukan manusia, atau benda mati". Mengertikah kamu, kalimatmu itu sungguh menyakitiku. Aku tak mungkin berbuat seperti itu kepadamu karena aku sayang kamu. Mungkin aku selama ini keterlaluan padamu sehingga kau tega berucap demikian. Tapi sikapku padamu selama ini seolah-olah hanya takut kehilanganmu. Apakah aku salah mencintaimu, mengharapkan kasih yang hangat darimu, mendapatkan sedikit belaianmu? Sungguh aku tak menyangka jika tadi malam kau begitu, bukan karena aku, tp karena yang lain. Kau masih yang dulu. Apakah aku harus terus mengingatkanmu? Apakah aku harus selalu salah di hadapanmu? Atau mungkin kau tak seperti dulu. Berkurangkah rasa sayangmu padaku? Entah itu hanya pertanyaan-pertanyaan bodoh yang selalu mengotori pikiranku. Aku sebenarnya nggak ingin seperti itu, tapi itu semua terjadi secara tiba-tiba. Jangan kau permainkan hatiku dengan kata-katamu yang selalu membuat aku bersalah. Selalu aku yang salah. Memang kamu selalu benar, tak pernah salah. Aku yang salah. Hanya itu yang membuatmu puas. Jika aku teruskan menulis kalimat-kalimat yang tak jelas ini, mungkin tak terasa sudah air mataku telah membanjiri mukaku, dan kering tiada guna. 

Ya Allah tuntunlah hambaMu ini. Jangan kau buat hamba selalu dalam kebodohan yang menyakiti hati suamiku. Amin

Asal Kau tahu Aku Sayang Padamu Suamiku

Selasa, 12 Juni 2012

Pengalaman Baru Bersama Keluarga Baru

Sungguh mengesankan. Sambutan mereka sungguh hangat terhadap diriku. Membuatku bahagia. 
Waktu itu Jumat, 8 Juni 2012, aku nyampe malam hari di kota dimana keluarga baruku tinggal. Memang berbeda dengan di kota, sekitar jam 8 malam di kota masih terasa sore, tapi kalau di desa kayaknya sudah larut malam sekali. Aku nyampe, semua penghuni rumah sudah tidur. Sepi rasanya jalanan di desa waktu itu. Tapi mungkin karena terdengar suara yang lumayan brisik dari aku dan suamiku, akhirnya semuanya terbangun, kecuali Mbah. Mungkin beliau kecapekan. Setelah kedatangan ibuk mertua dan suamiku harus pergi ke rumah temannya, sekitar beberapa menit, kami semua pergi tidur. Padahal aku dari Surabaya sudah membawakan masakan kesukaanku "oseng bunga pepaya" yang sebelumnya memang sudah dipesan sama ibuk mertua. Karena hari sudah malam, kami tidak mungkin makan lagi, terpaksa masakanku aku simpen di kulkas untuk dimasak esok paginya.

Keesokan paginya, Sabtu, 9 Juni 2012, aku bangun pagi untuk membantu mertua masak. Padahal itu masih jam 4.30, tapi suasananya sudah rame. Padahal jam segitu di Surabaya masih tidur.hehe. Selain masak yang memang sudah dipersiapkan menunya dari kemarin yaitu Kari Ayam, aku menghangatkan masakanku yang aku bawa dari Surabaya kemarin. Mbak (adik Mertua) juga ikut membantu memasak di rumah Mbah, sehingga terasa kekeluargaanya, alias gotong royong. :) Kebersamaan mereka emang tidak diragukan lagi, sama dengan keluargaku yang di Mojokerto, kekeluargaannya sangat kental sekali. Jadi terasa pulang ke rumah sendiri. Alhamdulillah mereka suka masakanku "Oseng Daun Pepaya". Budhe dan semua anggota keluarga merasakannya, tapi sayangnya Mbah tidak bisa mencicipinya karena alergi dengan teri. Memang aku campur dengan teri supaya rasanya lebih nikmat dan kuat. Tapi Mbah tidak menyerah, Mbah pengen merasakan masakanku. Alhasil sore hari, Mbah dibantu misananku mencari Jantung Pisang untuk dimasak besok pagi. Aku disuruh memasak Jantung Pisang itu esok paginya. Waduh tanggung jawab ni. Aku tidak boleh mengecewakan Mbah. Tapi siangnya aku ma mertua buat rujak manis. Rujak manis dinikmati bersama-sama di waktu istirahat kami. Rasanya seneng sekali melihat semua itu. Meskipun bumbunya agak gimana gitu, tapi mereka lahap makan rujak manisnya.hehe.berhasil dong.

Setelah siang hari kemarin aku jadi koki membuat bumbu rujak manis, pagi, Minggu, 10 Juni 2012, aku harus melaksanakan kewajibanku, biasanya aku bangunnya agak siang dibanding yang lain, pagi ini aku harus bangun pagi karena harus memasak pesenan Mbah. Malamnya, Jantung Pisangnya sudah diolah mertua dengan direbus. Paginya tinggal mengiris halus Jantung Pisang yang sudah direbus tersebut. Sementara itu aku mulai meracik bumbunya. Jantung Pisang itu aku masak sebagai Oseng2. Setelah sudah diiris halus dan bumbu sudah siap, mulai deh memasak. Hasilnya alhamdulillah semua suka. 
Aku tersenyum sendiri jika mengingat semua itu. Bagaimana tidak, aku dulu di rumah bersama ibu, aku sama sekali tidak pernah memasak. Maksimal kalau membantu ibu di dapur ya menghaluskan bumbu yang sebelumnya sudah disiapkan oleh ibu. Sama sekali tidak bisa memasak. Sungguh terlalu jika waktu itu aku dipercayakan memasak untuk orang serumah. Pengalaman baru adalah selama di Jombang aku dipercaya sebagai koki meskipun koki amatiran..hehe.  

Terima kasih untuk keluarga baruku di Jombang, kalian bisa menerimaku dan bahkan mempercayakan itu semua kepadaku. Itu merupakan hal berharga yang belum pernah aku dapatkan. Love U all.

Oleh : Didie DiaAsa


Sabtu, 02 Juni 2012

Sebuah Nasehat Dariku Untukku

Sedewasa ini, umur terus bergulir dengan perpaduan berbeda tapi tetap sama seluruh bagian dalam isinya. Membathini tubi pasang surut semangat. Meski selalu menjerit dengan banyak sebab, tapi ku tetap berharap dengan penuh keyakinan yang tinggi kesejahteraan takkan  pernah membusuk di pepupuk lisan dan hatiku ku, segeralah bermuka nyata…!!!!. Dalam bait-bait langkah memusuhi jera kadang merayapi sikap. Keyakinan dalam diriku begitu kuat memahat ikatan dengan kalimat penguat yang telah tersirat dan tersurat dariMu… Tapi ku menanti sedalam pucuk-pucuk indah bersemi tidak hanya diantara pengakuan didalam coretan-coretan selembar kertas putih. Di samping Dirimu Tuhanku dan di atas tanah Ibu pertiwiku tempat ku mnginjakkan kakiku sebagai symbol perjalannaku ku kan berjanji agar membakar seluruh keterpurukan ini, apapun yang terjadi. Biarpun itu sesulit mencari jarum dalam jerami, biarpun terseyok-seyok perjalananku ku kan tetap menebarkan sayapku, Satu demi satu akan ku wujudkan semuanya walau butuh proses lama untuk sekedar membangkitkan sepenuh keyakinan bahwa aku mampu,,,,aku mampu dihadapanMu Tuhan ku… Meski terabai dari kepedulian, luput dari perhatian dan tertatap sebelah pandang. tapi keadaan-keadaan yang menghimpit yang akan menguatkan rasa didalam rasa keyakinan akan diriMu.  
Apapun yang ku dapati saat ini...hanya dapat ku bayar melalui rasa syukur yang tak akan berakhir. Seluruh air mata yang mengalir, mungkin akan jadi babak pembuka tahap-tahap sekat hidup selanjutnya. Masih terus selalu mencoba menetralisir hati dengan kedataran nafas yang kemarin-kemarin sudah terhela berat. Bertalu dalam suasana yang diatapi oleh selukis warna hitam putih yang tak akan pernah berubah didalam jagad diriku. Menegakkan kalam religi yang akan aku pertanggung jawabkan nanti di keharibaan Mu. Seberapa tangguh untuk mengecap kesukaran, yang lebih runcing dari pada mengayam duri. Dengan nama Allah aku siap menghadapi segalanyanya,karena aku telah dikatan HIDUP,  menyingkapi seluruhnya serta menyelesaikan semuanya dengan mencari cara dan jalan terbaik sesuai hati nurani, semoga putik kan segera berbunga, semoga panggilkan segera terjawab karena ku yakin setelah kesulitan pasti ada kemudahan setelah kesengsaraan pasti ka nada kemulyaan …

Oleh : Bakoel Kopi

Jumat, 01 Juni 2012

Bahasa Iklan

Iklan berarti mempromosikan barang atau jasa. Tapi apakah semua iklan bersifat komersil, tentu saja tidak  ada iklan layanan masyarakat yang bertujuan untuk mengajak masyarakat. 
Bahasa iklan bersifat persuasif, artinya mempengaruhi seseorang, berupa menggugah emosi pembaca atau pendengar agar sasaran iklan melakukan sesuatu atau bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan dalam iklan tersebut. Oleh karena itu, dalam bahasa iklan, kata-kata yang digunakan berupa rayuan, anjuran atau ajakan yang dapat menimbulkan rasa penasaran.


***
Tapi bukan itu masalahnya. Pada awal Juni ini, aku berhasil mengecewakan diriku sendiri gara-gara iklan. Iklan X dan Y mengatakan ada promo dalam bentuk barang yang sama, dan tentu saja harganya murah. Pas aku juga membutuhkan barang tersebut. Aku pun ngotot minta diantar suamiku sekarang itu juga. Tapi suami masih sibuk dengan pelanggannya, jadi sebel deh. Aku berusaha mendatangi promo itu sedini mungkin eh seawal mungkin. Hemm ternyata iklan itu sungguh berhasil membuat konsumen terpengaruh untuk membeli produk itu. Setiba aku di supermarket itu, barang yang dipromosikan sudah habis terjual. Amazing. Malu dong udah masuk ke dalam dan membawa anting belanja, nggak beli apa-apa akhirnya aku terpaksa membeli sesuatu yang sebenarnya bukan tujuan utama aku. Aku harus merayu suamiku lagi untuk mengantarku ke supermarket yang lain. Ya tentunya tidak dengan susah payah. Aku dan suami langsung meluncur ke supermarket selanjutnya.
Di supermarket itu ditawarkan harga yang lebih murah pula. Tanpa berpikir panjang, aku pun langsung masuk supermarket tersebut. Aku langsung mencari barang yang aku incer. Eh ternyata iklan yang tidak mencantumkan syarat apa-apa. Waktu aku datangi ternyata ada persyaratan yang sengaja ukuran hurufnya diperkecil. Sebel nggak sih. Lagi-lagi aku membeli barang yang di luar rencana. Malu dong udah terlanjur masuk eh nggak beli apa-apa. Apa kata dunia.

***
Iklan seh boleh aja asalkan benar kenyataannya. Apa mungkin itu trik dari iklan itu agar konsumen datang dulu ke supermarket tersebut. Kan nggak mungkin kalau udah masuk nggak beli apa-apa. Jadi meskipun konsumen tidak membeli barang yang diiklankan setidaknya pihak pengiklan masih untung soalnya konsumen masih membeli produk yang lain.
Kalau begini caranya iklan mempengaruhi yang tidak baik. Hanya mengambil keuntungan pribadi tanpa memperhitungkan konsumen. Apakah ini bisa dianggap sah dalam dunia ekonomi? Entahlah. Yang aku tahu iklan itu tidak sesuai dengan kenyataan.

Kepada Konsumen yang lain,
Waspadalah terhadap iklan yang tidak jelas dan mengiming-imingi keuntungan konsumen, padahal sebenarnya itu semata-mata hanya untuk keuntungan pribadi saja.