Musibah dan Anugerah

Kemarin, tepatnya 1 April 2012 merupakan suka dukaku. Dibilang April Mop atau bukan, entahlah. Kejadian berawal dari jam 9 pagi. Warung baru saja kubuka kerainya.. selang beberapa menit, tiba-tiba listrik mati. Alhasil warnet tak berfungsi lagi. Hanya menekuni di warung saja. Tapi lumayan lah banyak yang datang meskipun jalan ditutup soalnya ada orang punya hajat. Mati lampu sampe menjelang Asar. Hanya berjangka 10 menit, lampu sudah menyala. Rasanya lega banget, warnet bisa aktif lagi. Eh..hanya sekedar menyapa. Listrik mati lagi. Yang membuatku kaget, tiba-tiba orang di jalan depan rumahku semua teriak "Kobongan". Otomatis aku langsung beranjak dari tempat dudukku. Ngeri melihat kejadian itu. Ternyata kumpulan kabel yang ada di bawah trafo listrik menyulutkan api yang begitu besar. Untung saja tidak mengenai trafo. Aku tak bisa membayangkan andai trafo juga terbakar. Rumah serungkut lor terbakar. Kau masih melindungi kami. 

Padahal hari itu juga ada jadwal bazar. Penjual berbondong-bondong datang. Memenuhi Gang rumahku. Tapi bazar tidak juga buka sampai magrib selesai. Suasana gelap gulita seperti suasana jaman dulu yang tak ada listrik. Tapi untungnya bazar kemudian inisiatif menggunakan diesel untuk menyalakan listik dan bazar buka dengan keadaan lumayan terang. Tapi listriknya ya dipakai untuk bazar sendiri. Meskipun keadaan gelap di warung, pembeli lumayan juga. Dari para penjual di bazar. Kalau ada bazar seperti itu, warung juga kena getahnya. Ikut rame. 

Sekitar jam setengah 8, PLN sudah selesai memperbaikinya. Listrik pun nyala. Alhamdulillah. Tuhan menyukai orang-orang yang sabar dan mau berusaha. Setelah warnet diaktifkan kembali, langsung diserbu para pengunjung. Lumayan semua itu mengganti yang tadi lama vacum karena listrik mati.

Tapi yang bikin gemes. Warung udah tutup sekitar jam 12 malam. Warnet masih buka soalnya menunggu 3 orang yang masih online. Jam setengah 2, dua orang sudah pamit pulang, tinggal satu orang yang betah bertapa di depan komputer. Entah apa yang dilakukan sampai larut malam itu. Akhirnya aku punya ide agar orang itu cepat pulang, soalnya udah ngantuk banget. 
1. Pintu sudah aku tutup. 
2. Lampu warung aku matikan
3. Volume komputerku aku besarkan
4. Komputer aku matikan

Kan orang itu denger suara kalau komputer "shut down" otomatis orang itu tahu kan. Kemudian orang itu bertanya "Apakah warnetnya akan tutup" ya aku tak menjawab secara jelas pertanyaan itu. Aku hanya mengatakan "Warung dari tadi sudah tutup" Orang itu mulai merasa, hingga akhirnya orang itu pamit pulang. Alhamdulillah akhirnya aku bisa tidur.

Dengan rejeki dan musibah yang Kau berikan hari itu, apakah aku patut bersyukur atau tidak, yang jelas aku berterima kasih karena Kau mengganti semua setelah lama vacum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar