Ronda

Di saat udara semakin dingin dan suara manusia tak lagi terdengar, aku harus ronda malam-malam sendirian. Suami sudah tertidur pulas. Aku sendirian di kamar nggak bisa tidur gara-gara nyamuk nakal. Obat nyamuk tidak aku pasang soalnya aku dan suamiku lagi menderita batuk. Terpaksa deh jagain nyamuk yang mau hinggap di badan aku dan suamiku. Entah kenapa melihat nyamuk yang begitu besar membuatku bergairah untuk berburu nyamuk di tengah kerumunan selimut yang dipakai suamiku. Mataku jadi nggak mengantuk meskipun tidurnya emang sudah malam banget.

Alhasil kamarku seperti kanvas yang aku lukis dengan darah nyamuk. Menjadi suatu kepuasan tersendiri jika nyamuk itu mengeluarkan darah banyak saat aq menggilasnya dengan jemariku. Semakin menjadi ketika aku hampir mengantuk. Sudah tak kurasakan lagi meskipun mulut nyamuk menghisap darahku. Sungguh aku sudah tak kuasa akan permintaan mataku ingin segera tidur.

Bangun tidur kulitku bentol-bentol merah gara-gara si nyamuk nakal. Tapi aku puas dengan ronda semalam. Aku mendapatkan banyak korban. Ronda yang sungguh membuatku lelah saat ini. Ngantuk tiada tara. Pengen tidur lagi, tapi baru bangun. Tapi mata ini tak bisa diajak kompromi. Ehm..berat sekali terasa.

Ronda oh ronda kau telah membuahkan hasil...MENGANTUK..

Oleh : Didie DiaAsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar