"Jangan kau pernah meragukan perasaan ini, aku telah berjanji pada hatiku sendiri, tak akan ada yang lain. Yakinlah aku hanya milikmu"
Apakah kau tahu, ketika kau sempat berucap kepadaku karena ada sesuatu yang membuatmu meragukan hatiku, hati ini menangis kecewa akan sikapmu. Apakah kau belum mengenalku sepenuhnya? Apakah kau lupa perjuangan kita saat restu menghadang di awal perjalanan kita. Aku berusaha meyakinkan orang tuaku terhadapmu karena aku yakin kau adalah yang terbaik untukku.
Ku tak mampu menggantimu dengan yang lain. Karena hati ini telah tertuju padamu. Aku berusaha membahagiakanmu tapi kau tak pernah mengerti. Apa yang kau harapkan padaku? Aku akan melakukannya untukmu meski air mata mengiringi.
Tak akan ada yang lain, hanya dirimu, kekasihku.
Jika ku ingat memoriku saat pertama kali kita menjalin kasih, sungguh bahagia. Tak akan mampu ku menuliskan semua itu. Kau sungguh seperti pangeran berkuda putihku yang lama aku impikan. Kau datang memungutku dari pinggir jalan yang tak terjamah. Kau membawa kebahagiaan yang tak kukira jumlahnya. Terima kasih, kekasihku kau telah menerima aku apa adanya. Kau tunjukkan dunia yang sesungguhnya padaku. Kau mengenalkanku pada arti cinta sejati. Kau datang di saat yang terindah. Mungkin kau menganggap aku berlebihan, tapi itu sesungguhnya yang aku rasakan.
Andaikan sekarang kau seperti dulu..Pernah kau mengatakan padaku saat itu. "Suasana seperti ini tak akan berakhir sampai kakek nenek". Mungkin kau lupa. Tapi aku tetep bahagia meskipun rinduku akan suasana seperti dulu menggelayut hati. Asal kau ada di sampingku.
Hanya satu pintaku jangan sedikitpun terbesit rasa ragu terhadap hatiku karena itu sakit bagiku.
Percaya padaku..meskipun ada yang lebih darimu, tapi kau istimewa bagiku. Tak akan ada yang lain. Kau terbaik untukku. Ku akan menjagamu dan hubungan kita dengan segala kemampuanku.
--I Love U My Husband--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar