Sabtu, 21 April 2012

Enek Tingkat Tinggi

Akhir-akhir ini kubaca status di facebook banyak yang galau..tapi mengapa aku ikutan galau ya. Emang untuk minggu-minggu ini hati dan pikiran g enak banget. Mungkin lebh pantas disebut enek cz berlebihan merasakan sesuatu yang tak enak. Wes pokoke campur aduk. Entah bagaimana bentuknya jika digambar atau bagaimana kalimatnya jika diungkapkan dengan kata-kata. Efek dari itu semua, sulit banget senyum. Inginnya tak mau mendengar suara apapun dan tak mau melihat apapun. Inginnya hampa aja. Semua yang ada di sekitarku membuatku enek.

Bosen atau jenuh mungkin salah satu penyebabnya. Sudah terlalu over dosis sehingga ku tak mau disentuh oleh siapapun. Kuingin bisa bergerak sepuasnya tanpa ada seorangpun yang mengganggu.

Apalagi ada kera di sini yang suka usil ma aku. Tapi kali ini tak kuhiraukan soalnya aku sudah bosen dengan leluconnya yang basi. Pengen muntah aja. Lagi gk mood tertawa malah diusilin yang kuno. Huft,...sebel gk sih. everything what you say, i don't care. heheh sok inggris padahal gk mbois juga seh. Sampe sekarang kumales sekali bercanda ma kera itu. Tak ada habisnya jailin aku. Padahal aku udah bilang aku tak suka, Aku kalau tak suka ya tak suka jangan membuatku meluapkan emosiku dengan "membunuhmu".

Aku tipe-tipe orang yang sangat perasa dan suka menyembunyikan sesuatu..Alhasil. Malamnya tanpa alasan..ku tiba-tiba ingin menangis sekeras-kerasnya. Setelah sholat, suamiku menanyakan alasan mengapa aku menangis. Aku tak jawab satu kata pun. Tangisanku semakin menggebu. Kalo aku lagi nangis jangan tanya apapun karena itu bukan membuatku diam tapi sebaliknya malah membuatku semakin keras menangis. Dada ini terasa sesak dan pikiran sudah penat. Aku tak mampu menahannya. Dan hanya menangis aku bisa lega. Karena aku tak mampu melakukan sesuatu apapun. Suamiku semakin bingung dengan sikapku. Hingga akhirnya aku dan suamiku tertidur. Paginya aku baru cerita. Awalnya suamiku mengira aku pengen pulang. Padahal itu juga sih salah satu alasanya. Hingga aku akhirnya menjelaskan pada dia bahwa :
" Aku jenuh dengan semua yang monoton. Aku pengen refreshing. Aku tak ingin semua sama kemarin, hari ini dan esok." Pagi itu juga aku diajak jalan2. Ya meskipun hanya muter2 surabaya, cukup membuatku lega. Meskipun masih galau. Hem..kadang refresing emang perlu untuk mengembalikan lagi energi dalam diri kita.


Terima kasih suamiku..I Love You

Tidak ada komentar:

Posting Komentar