Sungguh mengesankan. Sambutan mereka sungguh hangat terhadap diriku. Membuatku bahagia.
Waktu itu Jumat, 8 Juni 2012, aku nyampe malam hari di kota dimana keluarga baruku tinggal. Memang berbeda dengan di kota, sekitar jam 8 malam di kota masih terasa sore, tapi kalau di desa kayaknya sudah larut malam sekali. Aku nyampe, semua penghuni rumah sudah tidur. Sepi rasanya jalanan di desa waktu itu. Tapi mungkin karena terdengar suara yang lumayan brisik dari aku dan suamiku, akhirnya semuanya terbangun, kecuali Mbah. Mungkin beliau kecapekan. Setelah kedatangan ibuk mertua dan suamiku harus pergi ke rumah temannya, sekitar beberapa menit, kami semua pergi tidur. Padahal aku dari Surabaya sudah membawakan masakan kesukaanku "oseng bunga pepaya" yang sebelumnya memang sudah dipesan sama ibuk mertua. Karena hari sudah malam, kami tidak mungkin makan lagi, terpaksa masakanku aku simpen di kulkas untuk dimasak esok paginya.
Keesokan paginya, Sabtu, 9 Juni 2012, aku bangun pagi untuk membantu mertua masak. Padahal itu masih jam 4.30, tapi suasananya sudah rame. Padahal jam segitu di Surabaya masih tidur.hehe. Selain masak yang memang sudah dipersiapkan menunya dari kemarin yaitu Kari Ayam, aku menghangatkan masakanku yang aku bawa dari Surabaya kemarin. Mbak (adik Mertua) juga ikut membantu memasak di rumah Mbah, sehingga terasa kekeluargaanya, alias gotong royong. :) Kebersamaan mereka emang tidak diragukan lagi, sama dengan keluargaku yang di Mojokerto, kekeluargaannya sangat kental sekali. Jadi terasa pulang ke rumah sendiri. Alhamdulillah mereka suka masakanku "Oseng Daun Pepaya". Budhe dan semua anggota keluarga merasakannya, tapi sayangnya Mbah tidak bisa mencicipinya karena alergi dengan teri. Memang aku campur dengan teri supaya rasanya lebih nikmat dan kuat. Tapi Mbah tidak menyerah, Mbah pengen merasakan masakanku. Alhasil sore hari, Mbah dibantu misananku mencari Jantung Pisang untuk dimasak besok pagi. Aku disuruh memasak Jantung Pisang itu esok paginya. Waduh tanggung jawab ni. Aku tidak boleh mengecewakan Mbah. Tapi siangnya aku ma mertua buat rujak manis. Rujak manis dinikmati bersama-sama di waktu istirahat kami. Rasanya seneng sekali melihat semua itu. Meskipun bumbunya agak gimana gitu, tapi mereka lahap makan rujak manisnya.hehe.berhasil dong.
Setelah siang hari kemarin aku jadi koki membuat bumbu rujak manis, pagi, Minggu, 10 Juni 2012, aku harus melaksanakan kewajibanku, biasanya aku bangunnya agak siang dibanding yang lain, pagi ini aku harus bangun pagi karena harus memasak pesenan Mbah. Malamnya, Jantung Pisangnya sudah diolah mertua dengan direbus. Paginya tinggal mengiris halus Jantung Pisang yang sudah direbus tersebut. Sementara itu aku mulai meracik bumbunya. Jantung Pisang itu aku masak sebagai Oseng2. Setelah sudah diiris halus dan bumbu sudah siap, mulai deh memasak. Hasilnya alhamdulillah semua suka.
Aku tersenyum sendiri jika mengingat semua itu. Bagaimana tidak, aku dulu di rumah bersama ibu, aku sama sekali tidak pernah memasak. Maksimal kalau membantu ibu di dapur ya menghaluskan bumbu yang sebelumnya sudah disiapkan oleh ibu. Sama sekali tidak bisa memasak. Sungguh terlalu jika waktu itu aku dipercayakan memasak untuk orang serumah. Pengalaman baru adalah selama di Jombang aku dipercaya sebagai koki meskipun koki amatiran..hehe.
Terima kasih untuk keluarga baruku di Jombang, kalian bisa menerimaku dan bahkan mempercayakan itu semua kepadaku. Itu merupakan hal berharga yang belum pernah aku dapatkan. Love U all.
Oleh : Didie DiaAsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar