Minggu, 02 September 2012

Hari yang Menyedihkan

Hari itu, tanggal 1 September 2012. Aku tak lagi mengajar seperti biasa karena hari itu ada acara halal bihalal guru-guru se Kecamatan Gunung Anyar. Murid-muridku aku suruh belajar di rumah alias libur. Acara halal bihalal yang diadakan di SD Al Islah Gunung Anyar, dari pembukaan sampai penutup berjalan lancar. Saat menjelang pulang, aku berusaha sms n telepon suami agar dijemput. Sampai beberapa sms n telepon belum ada jawaban juga. Dengan amat jengkel, akhirnya aku memutuskan jalan kaki saja sambil menunggu jawaban dari suamiku. Sampai aku berjalan cukup jauh, aku semakin jengkel, aku telepon lagi, masih belum ada jawaban pula. Rasanya pengen nangis aja..Tapi masak di jalan aku nangis kayak anak kehilangan emaknya. Orang gila dong. Sampai akhirnya teleponku diangkat, tapi posisiku sudah cukup jauh dari perkiraanku semula. Naik len juga nggak ada uang.

Aku kan amat geram saat itu. Gimana tidak sudah jalan sejauh itu, ditambah lagi siang yang panasnya minta ampun. Pake highheels yang membuatku capek sangat. Nyampe rumah aku melampiaskan kekesalanku hanya dengan nangis sepuas-puasnya. Gitu itu, aku malah diancam nggak boleh ngajar lagi. Bukannya minta maaf, malah aku yang dimarahi. Dari dulu dia tak pernah berubah, siapapun yang berbuat salah, entah aku atau dia, selalu aku yang minta maaf. Atau gengsi atau ego kah yang membuat dia tak bisa meminta maaf. Hal itu yang terkadang membuatku kecewa terhadapnya. Kok ada orang seperti itu.

Sesuai dengan perkiraanku, dia tidak juga minta maaf, akhirnya aku sendiri yang minta maaf.. Sungguh terlalu

Hari yang sungguh membuat aku campur aduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar